Mendidik dan merawat anak bukanlah sebuah persoalan yang mudah. Mempersiapkan
para buah hati dan peserta didik agar mereka menjadi apa yang kita harapkan
tentunya akan banyak menemui berbagai persoalan dan kendala. Diperlukan bekal
ilmu pengetahuan, wawasan, dan keterampilan agar mereka tumbuh menjadi putera
dan puteri yang sehat, cerdas, memiliki keunggulan karakter dan berakhlak
mulia.
Terlebih, di era keterbukaan informasi yang meniadakan sekat dan batas antar negara ini, anak-anak kita dijejali dengan berbagai informasi dan tontonan yang belum sesuai dengan umur dan kebutuhan mereka. Bahkan para orang tua dengan mudahnya memberikan iming-iming gadget, agar mereka lebih anteng, tidak rewel ataupun mau tinggal di rumah tanpa menyadari bahwa gadget merupakan benda yang teramat berbahaya dan sumber malapetaka untuk anak jika penggunaannya tidak diawasi oleh orang tua.
Berbagai persoalan degradasi moral anak-anak bangsa, seperti kasus
kekerasan antar anak-anak, guru dan murid, guru dan orang tua murid, pornografi
yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, ataupun kasus kecanduan game di hp
hingga menyebabkan gangguan kejiwaan merupakan sedikit contoh peristiwa miris
yang menjangkiti anak-anak Indonesia.
Ada sebuah persoalan mendasar yang harus segera diperbaiki, yakni
terkait dengan pembentukan karakter anak-anak, yang harus dimulai sejak usia
dini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang
memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh
dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan
nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara. Penguatan karakter bangsa
menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo
melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Komitmen ini ditindaklanjuti
dengan arahan Presiden kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk
mengutamakan dan membudayakan pendidikan karakter di dunia pendidikan.
Penguatan
Pendidikan Karakter bertujuan untuk membangun dan membekali Peserta Didik
sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan
karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan;
mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan pendidikan karakter
sebagai jiwa utama dalam penyelenggaraan pendidikan bagi Peserta Didik dengan
dukungan pelibatan publik yang dilakukan melalui pendidikan jalur formal,
nonformal, dan informal dengan memperhatikan keberagaman budaya Indonesia; merevitalisasi dan memperkuat potensi dan
kompetensi pendidik, tenaga kependidikan, Peserta Didik, masyarakat, dan lingkungan
keluarga dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter.
Oleh karena itu, kami sangat menyambut baik dengan adanya berbagai
kegiatan parenting yang memberikan
banyak kemanfaatan untuk meningkatkan kualitas dalam mendidik dan merawat anak
yang disertai dengan penanaman nilai-nilai karakter sejak usia dini sebagaimana
hari ini.
Anak-anak merupakan kekayaan dan investasi masa depan yang tiada
ternilai harganya. Memberikan bekal pendidikan terbaik akan memberikan
pencerahan dan kesuksesan di masa depan mereka. Keberhasilan di dalam mendidik
anak-anak kita akan menentukan nasib bangsa Indonesia di masa depan.***) Widodo Anwari Humas da Protokol