Pencapaian
hasil Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) pada
saat ini belum menunjukkan hasil sebagaimana yang kita harapkan.Hal
ini ditandai dengan adanya kecenderungan naiknya Total Mortality Rate (Angka Kematian Ibu) yang masih
dirasakan cukup tinggi, dan masih tingginya proporsi Pasangan Usia Subur status
kawin yang tidak menggunakan alat kontrasepsi, serta kurangnya sinergitas
penggarapan program KKBPK dengan lintas sektor.Oleh
karena itu, perlu adanya satu model penggarapan program secara bersama sama
baik dari Pemerintah, swasta maupun masyarakat yang terintegrasi dalam satu
wilayah yang kita namakan Kampung KB.Inti
dari Kampung KB adalah mengoptimalkan partisipasi masyarakat agar lebih banyak
dalam pengelolaan dan pelaksanaan program KKBPK di wilayah masing – masing
sehingga seluruh program KKBPK dapat dilaksanakan secara holistik integratif
dan maksimal.Kunci
keberhasilan Kampung KB terletak pada revitalisasi pengelolaan program KKBPK di
tingkat lapangan, yaitu dengan membentuk Kelompok Kerja (POKJA) Kampung KB
yang keanggotaannya terdiri dari para tokoh masyarakat setempat yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Bupati.Disamping itu, melalui Kampung KB, diharapkan ke depan laporan pelaksanaan program KKB PK tidak hanya ditujukan kepada SKPD pengelola program saja, tetapi juga kepada setiap pimpinan wilayah secara berjenjang. Dengan cara ini maka tidak akan ada lagi Kepala Desa, Lurah dan Camat yang tidak mengetahui pencapaian program KKB PK di wilayahnya.Saya sangat mendukung pelaksanaan gagasan Kampung KB ini mengingat program KB saat ini belum menunjukkan hasil sebagaimana yang kita harapkan. Disamping itu saya juga mengharapkan agar menjadi “Miniatur Pelaksanaan Program KKBPK di Tingkat Terendah”, ditingkat desa.Untuk itu, saya himbaukan agar semua Kepala Desa/Lurah dan Camat terus memberikan dorongan dan dukungan agar program KKB PK di wilayahnya dapat mengalami kemajuan dari waktu ke waktu.Para pimpinan wilayah harus memastikan agar Program KKB PK sesuai dengan 4 pilar penggarapan program yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Jarak Kelahiran dengan alat kontrasepsi, Peningkatan Ketahanan Keluarga dan Peningkatan Ekonomi Keluarga secara pelan akan menjadi budaya di masyarakat.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda kabupaten Magelang.
yang keanggotaannya terdiri dari para tokoh masyarakat setempat yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Bupati.Disamping itu, melalui Kampung KB, diharapkan ke depan laporan pelaksanaan program KKB PK tidak hanya ditujukan kepada SKPD pengelola program saja, tetapi juga kepada setiap pimpinan wilayah secara berjenjang. Dengan cara ini maka tidak akan ada lagi Kepala Desa, Lurah dan Camat yang tidak mengetahui pencapaian program KKB PK di wilayahnya.Saya sangat mendukung pelaksanaan gagasan Kampung KB ini mengingat program KB saat ini belum menunjukkan hasil sebagaimana yang kita harapkan. Disamping itu saya juga mengharapkan agar menjadi “Miniatur Pelaksanaan Program KKBPK di Tingkat Terendah”, ditingkat desa.Untuk itu, saya himbaukan agar semua Kepala Desa/Lurah dan Camat terus memberikan dorongan dan dukungan agar program KKB PK di wilayahnya dapat mengalami kemajuan dari waktu ke waktu.Para pimpinan wilayah harus memastikan agar Program KKB PK sesuai dengan 4 pilar penggarapan program yakni Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Jarak Kelahiran dengan alat kontrasepsi, Peningkatan Ketahanan Keluarga dan Peningkatan Ekonomi Keluarga secara pelan akan menjadi budaya di masyarakat.***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda kabupaten Magelang.