Kota Mungkid, 22 Februari 2016.
Penanggulangan bencana alam atau mitigasi adalah upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda.Mitigasi bencana merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) FKIP UM Magelang. PG PAUD FKIP UM Magelang mengadakan Pelatihan Mitigasi Bencana dalam Pendidikan serta Workshop Implementasi Model PembelajaranMitigasiBencanadalam PAUD.


Acara yang diadakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang itu diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa PG PAUD, dosen, alumni, serta stake holders. Dalam pelatihan, dua pemateri dihadirkan yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang (Drs. Sujadi) dan Wakil ketua Lembaga Penanggulangan Bencana MDMC PP Muhammadiyah (Dr.RachmawatiHusein).
Dalam materinya bertema SOP Mitigasi Bencana Bagi PAUD, Sujadi memaparkan tentang makna mitigasi yakni membuat sesuatu yang liar menjadi jinak “Bencana merupakan sesuatu yang liar atau ganas. Melalui upaya mitigasi diharapkan bencana tersebut dapat dilunakkan atau dijinakkan,”paparnya.
Ia menambahkan bawa bencana sangat dekat dengan kehidupan sekitar kita dan sering tidak terduga seperti angin puting beliung serta gempa dan juga ancaman yang nyata yakni letusan gunung berapi. Upaya yang dilakukan untuk menanggulanginya adalah dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menciptakan bentuk kehidupan yang harmonis dan selaras berdampingan dengan ancaman bencana dengan menggunakan rumusan moto BPBD yaknicepat, tepat dan menyentuh hati masyarakat.
Adapun Rachmawati Husein dalam materinya bertema Mitigasi Bencana dalam PAUD menuturkan bahwa mitigasi bencana bertujuan untuk melindungi anak-anak, guru, dan seluruh warga sekolah dari kematian dan cedera akibat bencana yang terjadi serta untuk melindungi investasi di sektor pendidikan. “Disamping itu juga untuk keberlanjutan pendidikan dan memperkuat ketangguhan warga terhadap bencana melalui pendidikan,” ungkapnya.
Usai mengikuti pelatihan, para peserta juga mengikuti workshop berupa simulasi Multiple Intelegence Games Model (MIGM) yang dipandu oleh dua dosen PG PAUD UM UM Magelang yakni Dede Yudi M.Pd dan Lilis Madyawati M.Si.
Dekan FKIP Drs. Subiyanto M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terhadap pentingnya mitigasi bencana serta mampu mengimplementasikan mitigasi bencana sesuai dengan peran peserta.
Disamping itu juga diharapkan peserta dapat menerapkan model pembelajaran mitigasi bencana dalam pembelajaran serta dapat melakukan simulasi MIGM di daerah rawan bencana. “Dan yang tak kalah penting adalah peserta dapat memetakan peran masing-masing dalam rangka mendukung MDMC,” pungkas Subiyanto. ***)widodo Anwari/Humas Protokol setda Kab. Magelang.
Penanggulangan bencana alam atau mitigasi adalah upaya berkelanjutan untuk mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan harta benda.Mitigasi bencana merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) FKIP UM Magelang. PG PAUD FKIP UM Magelang mengadakan Pelatihan Mitigasi Bencana dalam Pendidikan serta Workshop Implementasi Model PembelajaranMitigasiBencanadalam PAUD.


Acara yang diadakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang itu diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa PG PAUD, dosen, alumni, serta stake holders. Dalam pelatihan, dua pemateri dihadirkan yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang (Drs. Sujadi) dan Wakil ketua Lembaga Penanggulangan Bencana MDMC PP Muhammadiyah (Dr.RachmawatiHusein).
Dalam materinya bertema SOP Mitigasi Bencana Bagi PAUD, Sujadi memaparkan tentang makna mitigasi yakni membuat sesuatu yang liar menjadi jinak “Bencana merupakan sesuatu yang liar atau ganas. Melalui upaya mitigasi diharapkan bencana tersebut dapat dilunakkan atau dijinakkan,”paparnya.
Ia menambahkan bawa bencana sangat dekat dengan kehidupan sekitar kita dan sering tidak terduga seperti angin puting beliung serta gempa dan juga ancaman yang nyata yakni letusan gunung berapi. Upaya yang dilakukan untuk menanggulanginya adalah dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menciptakan bentuk kehidupan yang harmonis dan selaras berdampingan dengan ancaman bencana dengan menggunakan rumusan moto BPBD yaknicepat, tepat dan menyentuh hati masyarakat.
Adapun Rachmawati Husein dalam materinya bertema Mitigasi Bencana dalam PAUD menuturkan bahwa mitigasi bencana bertujuan untuk melindungi anak-anak, guru, dan seluruh warga sekolah dari kematian dan cedera akibat bencana yang terjadi serta untuk melindungi investasi di sektor pendidikan. “Disamping itu juga untuk keberlanjutan pendidikan dan memperkuat ketangguhan warga terhadap bencana melalui pendidikan,” ungkapnya.
Usai mengikuti pelatihan, para peserta juga mengikuti workshop berupa simulasi Multiple Intelegence Games Model (MIGM) yang dipandu oleh dua dosen PG PAUD UM UM Magelang yakni Dede Yudi M.Pd dan Lilis Madyawati M.Si.
Dekan FKIP Drs. Subiyanto M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terhadap pentingnya mitigasi bencana serta mampu mengimplementasikan mitigasi bencana sesuai dengan peran peserta.
Disamping itu juga diharapkan peserta dapat menerapkan model pembelajaran mitigasi bencana dalam pembelajaran serta dapat melakukan simulasi MIGM di daerah rawan bencana. “Dan yang tak kalah penting adalah peserta dapat memetakan peran masing-masing dalam rangka mendukung MDMC,” pungkas Subiyanto. ***)widodo Anwari/Humas Protokol setda Kab. Magelang.