
Srumbung (humprot) – Untuk menyediakan dan meningkatkan kemampuan pekerja konstruksi pada tingkat trampil dalam rangka memperluas pelaku jasa konstruksi agar mampu bersaing di tingkat regional, nasional bahkan internasional dan juga dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean sebanyak 100 peserta dari 2 kecamatan di Kabupaten Magelang (Srumbung dan Dukun) mengikuti pembekalan dan fasilitasi uji kompetensi tukang bangunan tingkat Kabupaten Magelang di aula desa Kradenan Srumbung, kamis (19/11).Â
Bupati Magelang Zaenal Arifin, S.IP melalui Asisten Administrasi Umum saat membuka pembekalan mengatakan Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan langkah-langkah konkret guna meningkatkan kualitas konstruksi, yang salah satunya bekerja sama dengan Balai Pemberdayaan dan Pengawasan Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada tenaga tukang se-Kabupaten Magelang guna mendapatkan Sertifikasi Ketrampilan Teknik. Zaenal menegaskan ada harapan besar yang bisa diwujudkan di masa yang akan datang melalui kegiatan pelatihan dan pembekalan yang diselenggarakan pada hari ini, yakni meningkatnya mutu konstruksi bangunan di Kabupaten Magelang dengan memenuhi prinsip 5 tepat, yakni :  tepat waktu, tepat mutu, tepat administrasi, tepat sasaran dan tepat manfaat. Selain itu Zaenal menambahkan jasa konstruksi mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam menghasilkan produk akhir berupa bangunan atau bentuk fisik, baik berupa sarana maupun prasarana yang berfungsi mendukung pertumbuhan dan perkembangan di berbagai sektor, utamanya di sektor konstruksi itu sendiri, maupun  sektor ekonomi, sosial, budaya serta sektor yang lain.Â
Ir. Achmad Darmawan Wijaya, MM dari Balai Pembinaan Konstruksi Wilayah IV Surabaya Dirjen Bina Kontruksi Kementrian PU dan Perumahan Rakyat selaku ketua penyelenggara mengatakan kegiatan pembekalan ini dilaksanakan selama 3 hari (19-21/11). Peserta diberikan pembekalan materi serta kegiatan praktek uji kompetensi seperti uji tulis, uji praktek dan wawancara dengan harapan setelah mendapatkan pembekalan peserta mampu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja, melakukan kegiatan persiapan pelaksanaan, menerapkan komunikasi di tempat kerja serta mampu memahami dan melaksanakan pekerjaan konstruksi.
.